Tampilkan postingan dengan label membran SG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membran SG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2016

Sugar Glider Dan Tupai Terbang Memiliki Kelas Yang Berbeda


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV7EUAEOd6VeXdde-TmVap94A5z6nGvONVliOVBuowatPsOjU5CxRLmYJpDBVzNOAuCG-IK3GXwzsxK-0UkmYuLXA9en7DTPbxdbLeEA7PHdwWhTF4p5NjNAvzL1u4oZ1rSbZRfh7wN5Oz/s1600/sugar.JPG

Hewan sugar glider dan tupai terbang merupakan jenis yang berbeda. Sekilas tampang hewan yang bernama latin Petaurus breviceps ini mirip tupai. Dengan membran kulit yang menghubungkan kaki-kakinya, banyak juga orang yang salah mengiranya sebagai tupai terbang. Membran sugar glider memang bisa dipakai untuk meluncur seperti layaknya tupai terbang.

Cuma, kedua hewan sebenarnya berada di dua kelas yang terpisah. Tupai terbang, dengan berbagai jenisnya, masuk kelas hewan pengerat (rodentia). Adapun sugar glider masuk kelas hewan berkantung (marsupialia) seperti kanguru. Tubuhnya kecil, hanya sekepalan tangan orang dewasa. Matanya bulat hitam, hidungnya bulat merah. Ekor sepanjang badannya. Yang lebih unik, ada membran kulit di sisi tubuhnya yang menghubungkan kaki-kakinya. Itulah sugar glider. Saat ini, ‘si peluncur gula’ tengah menjadi hewan peliharaan eksotis yang banyak diminati orang. Tampangnya yang unyu-unyu, serta karakternya yang setia, menarik banyak orang untuk memeliharanya.
Sugar glider memang hanya bisa ditemui di Australia, Papua Nugini, dan Papua. Disebut sugar glider karena ia suka meluncur atau gliding dengan membran kulitnya dari satu pohon ke pohon yang lain untuk mencari makanan yang manis. Di habitat aslinya, bajing gula sangat menggemari nektar atau serbuk sari bunga serta buah-buahan. “Ia kadang juga makan serangga. Sehingga dikategorikan sebagai hewan omnivora,’ ujar July Kadewi, breeder atau pembiak sugar glider. Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, hewan ini gampang stres. Makanya, syarat pertama memelihara hewan ini adalah paling sedikit memiliki dua ekor, agar mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya hewan ini gampang stres.




Selasa, 29 Maret 2016

Informasi Detail Mengenai Sugar Glider

SG 1
http://sugiemom.com/wp-content/uploads/2015/08/SG-1.jpg
Sugar glider (Petaurus breviceps) adalah hewan marsupial (hewan berkantung) yang berasal dari Indonesia dan Australia. Sugar glider pertama kali dibawa ke Amerika pada tahun 1993, dan menjadi hewan peliharaan yang popular hingga saat ini, karena ukurannya yang mungil serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan terikat (bonding) pada manusia.

Sugar glider merupakan hewan yang aktif pada malam hari (nocturnal) dan arboreal (menghabiskan sebagian / seluruh waktunya di pepohonan). Sugar glider hidup berkelompok, oleh karena itu sangat disarankan untuk memelihara sugar glider lebih dari satu ekor.

Sugar glider memiliki membran yang disebut patagium yang berfungsi sebagai alat untuk melayang di udara (gliding) saat berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain.

Masa Hidup di alam liar : 4-5 tahundi penangkaran : 12 – 14 tahun (dengan pemeliharaan yang baik)
Bobot tubuh Jantan : 113 – 170 gBetina 85 – 142 g
Heart Rate 200-300/min
Respiratory Rate 16-40/min
Suhu tubuh ± 32ºC
Gestation ± 16 hari, kemudian fetus migrasi ke dalam pouch selama 50-75 hari
Jumlah anak / kelahiran 1 – 2 ekor, 3 jarang sekali ditemukan
Masa sapih 35 – 60 hari setelah keluar dari kantung induk
Siklus estrus Polyestrus – 29 hari



Rabu, 23 Maret 2016

Lama Usia Sugar Glider Di Alam Liar Dan Sebagai Peliharaan Tidaklah Sama

Mengenai lama hidup (lifespan), ada perbedaan antara sugar glider yang ada di alam liar dan sugar glider yang dijadikan hewan peliharaan. Di alam liar, karena berbagai faktor tekanan alam, hewan ini rata-rata hanya bisa hidup hingga 9 tahun.

Sugar glider
https://agrobur.files.wordpress.com/2013/12/sugar-glider7.jpg?w=240&h=500
Meluncur dari atas pohon

Adapun dalam pemeliharaan manusia, karena berbagai faktor perawatan seperti kualitas pakan dan manajemen kesehatan, umurnya bisa mencapai lebih dari 12 tahun. Sejauh ini catatan tentang umur sugar slider di kebun binatang maksimal mencapai 17,8 tahun.

Sepintas lalu, penampilannya memang mirip tupai, dengan ekor panjang, yang bisa digunakan untuk memegang dan sekaligus alat bantu untuk bergelantungan di pohon. Tubuhnya dilapisi mantel, yaitu bulu tebal yang lembut, berwarna cokelat muda / krem, dengan garis cokelat tua atau hitam dari hidung hingga punggungnya.

Satwa ini memiliki kemampuan meluncur dari pucuk batang pohon ke bawah, bahkan bisa melayang di udara seperti tupai terbang. Karena kemampuan meluncurnya, juga kegemarannya terhadap buah dan nektar yang bersifat manis, hewan ini dinamakan sugar glider.

Keunikan sugar glider adalah memiliki patagium / membran memanjang dari jari kelima pada kaki-kakinya. Membran ini akan diaktifkan ketika kaki-kakinya terentang, yang membuat hewan ini dapat meluncur dalam  jarak 50 – 150 meter. Luncuran tersebut diatur dengan mengubah kelengkungan membran sambil menggerakan kaki dan ekornya.



Ciri Khas Dari Sugar Glider Yaitu Membran Atau "Sayap"

ISTIMEWA
http://cdn.jitunews.com/dynamic/article/2014/11/11/4255/Nshgisd6IU.jpg?w=632

Sugar Glider (Petaurus brevicep) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan tupai terbang merupakan hewan kecil yang mirip tupai kecil tetapi memiliki kantung seperti kanguru dan koala. Namun tupai tidak berkantung, mukanya lebih moncong sedangkan Sugar Glider lebih rata (tidak moncong). Yang menjadi ciri khas Sugar Glider adalah adanya membran yang disebut patagium yang memanjang dari jari kelima kakinya. Sehingga saat kakinya terentang Sugar Glider bisa meluncur dengan jarak 10-150 m.

Adapun jenis Sugar Glider hanya dibedakan berdasar warna bulu yang dimilikinya. Khusus di Indonesia, jenis Sugar Glider hanya ada tiga, yakni grey/black beauty (abu-abu), cinnamons (warna agak kemerahan mendekati krem) dan lion (warna cokelat seperti cokelat singa). Sedangkan jenis lainnya (morf), antara lain butter cream (cokelat agak kekuningan), mocca, white face (bulu putih pada muka tanpa garis hitam di bawah telinga), white tip (ada spot titik putih pada ekor), powdered mosaic (variasi warna putih di tubuhnya), platinum/platinum champagnes (warna agak perak dan sedikit ke arah krem terang), leucistic (warna tubuh putih tetapi warna mata hitam), albino (albino/warna bulu putih dengan mata merah), crème-ino (mata merah dengan warna krem di bulu) dll.

Agar menjadi jinak, Sugar Glider harus melalui tahap bonding (pengenalan Sugar Glider kepada pemilik). Beberapa di antaranya dengan sering mengajak Sugar Glider bermain dengan pemiliknya, memberikan makanan kepada Sugar Glider dengan tangan pemilik langsung, meletakkan baju pemilik ke dalam kandang agar Sugar Glider mengenali bau tubuh pemilik. Tempat pemeliharaan yang paling ideal untuk Sugar Glider adalah kandang dengan bahan jeruji besi. Masyarakat Indonesia biasa menggunakan kandang hamster sebagai wadah Sugar Glider atau kandang burung. Di luar negeri, ukuran tinggi yang ideal untuk kandang Sugar Glider, yaitu 90 cm.