Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Ga Ada Salahnya Coba Peruntungan Dalam Berbisnis Sugar Glider

www.pinterest.com
POPULARITAS sugar glider (Petaurus breviceps) terus melambung tinggi. Karakternya yang relatif mudah dijinakkan dan penurut membuat satwa Marsupilia (berkantung) ini makin digandrungi masyarakat. Apalagi, wajahnya juga sangat lucu ditambah dengan tingkah lakunya yang menggemaskan membuatnya sangat layak dijadikan sebagai klangenan atau teman bermain. Lantas, bagaimana peluang bisnis dari ternak sugar glider?   Secara fisik, suger glider yang di kalangan penghobi disebut SG ini memiliki bentuk menyerupai tupai. Namun, ukuran satwa endemik Papua dan Australia ini relatif lebih kecil dan memiliki kantung di perutnya seperti seekor kangguru. Di kantung inilah SG membesarkan anaknya. Menariknya lagi, satwa ini juga cukup mudah dikembangbiakkan di dalam kandang. Dengan kata lain, para penghobi tidak perlu lagi mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Apalagi, sugar glider hasil breeding diyakini akan memiliki karakter yang jauh lebih jinak dibandingkan hasil tangkapan alam. Menurut Ketut Adi Sucipta, penghobi yang sudah berhasil mengembiakkan sugar glider, satwa ini disukai banyak orang karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan. Satwa ini sangat suka berlindung di dalam tempat yang berbentuk kantong. Hal ini juga ditangkap peluang bisnis yang sangat  menjanjikan karena berkembang pula aksesoris berupa kantong-kantong yang menarik dan bervariasi sebagai tempat berlindung sugar glider yang dipelihara dalam kandang khusus. “Di luar negeri sugar glider disebut sebagai pocket pets karena bentuknya yang mungil. Saat diajak hangout atau jalan-jalan, penghobi biasanya membawa sugar glider dengan menggunakan pocket atau kantong khusus,” katanya.   
Keunggulan sugar glider, menurut Adi Sucipta, terletak pada kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Satwa ini juga tidak mudah terkena penyakit atau virus. Selain itu, cara mengembangbiakkannya juga tidak terlalu rumit. Jika penghobi ingin memelihara sugar glider untuk tujuan breeding, dia menyarankan penghobi memulainya dengan memilih indukan yang sudah berusia 1-5 tahun. “Pada usia ini, sugar glider sangat produktif. Jika diberikan nutrisi dengan gizi yang seimbang, saya pastikan sugar glider akan berkembang biak dengan cepat. Sugar glider betina umumnya melahirkan anak dua kali dalam satu tahun dengan jumlah anak rata-rata satu hingga dua ekor. Keberhasilan anak sugar glider tumbuh dewasa juga relatif tinggi. Asal asupan gizi pada makanannya baik dan kebersihan kandang dijaga dengan baik, angka kematian anakan sugar glider sangat kecil. Berdasarkan pengalaman saya selama breeding sugar glider, angka kematiannya malah nol persen. Semuanya berhasil tumbuh dewasa secara normal,” kata karyawan salah satu bank swasta di Denpasar ini.   Adi Sucipta menambahkan, bisnis budidaya sugar glider memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Saat ini, harga anakan sugar glider yang biasa disebut joey berkisar dari Rp 500 ribu hingga 750 ribu. Tentunya, masalah harga itu sangat tergantung dari jenis, kondisi dan keunikan sugar glider itu sendiri. “Harga sugar glider yang benar-benar jinak bisa tembus Rp 1 juta ke atas,” ujarnya.   Selain perawatan yang tidak rumit, pengembangbiakan sugar glider juga tidak memerlukan kandang yang besar. Begitu pula dengan makanannya seperti pisang, buah-buahan dan bubur sum untuk bayi tergolong sangat murah. “Bahkan, sugar glider bisa berkembang biak dengan baik pada kandang yang lazim digunakan untuk hamster. Jadi, tidak perlu ruangan luas,” kata Adi Sucipta dan menambahkan, sugar glider yang dirawat dengan baik memiliki harapan hidup hingga 15 tahun.



Rabu, 23 Maret 2016

Bisnis Sugar Glider Dapat Meraup Untung Yang Cukup Menjanjikan

Prospek budidaya sugar glider sebagai hewan peliharaan untuk hobi sangat bagus. (Foto : bowmanvilleveterinaryclinic)
http://cdn.jitunews.com/dynamic/article/2015/09/05/20808/i9iOiQo5gz.jpg?w=632 - Prospek budidaya sugar glider sebagai hewan peliharaan untuk hobi sangat bagus. (Foto : bowmanvilleveterinaryclinic)

Jenny Chandra Dinata yang akrab disapa Majo, senang memelihara hewan kesayangan sejak kecil. Salah satu hewan yang dipeliharanya yakni sugar glider. Ia memelihara hewan tersebut sejak 7 tahun lalu. Setelah memahami seluk-beluk tentang sugar glider ia mulai mengembangbiakan sendiri. Sebelum menekuni usaha sugar glider, Majo telah lebih dulu beternak kelinci dan hamster. Baru pada tahun 2008 ia beralih membudidaya sugar glider. Majo kemudian tidak lagi mengembangbiakkan kelinci dan hamster karena merasa pemeliharaan sugar glider lebih sederhana dan menguntungkan.

“Keuntungan yang saya dapat lebih bagus daripada kelinci dan hamster,” kata Majo. Awalnya Majo mengeluarkan modal tidak lebih dari Rp 5 juta yang ia gunakan untuk membeli 3 pasang sugar glider jenis grey serta kandang besi dan pakan. Majo membeli sugar glider tersebut dari temannya. Sugar glider yang dipelihara Majo, menghasilkan 6-8 ekor anakan yang ia jual di lingkungan komunitas pecinta sugar glider. Waktu pemeliharaan yang dibutuhkan sekitar 3,5 bulan untuk menghasilkan 6-8 ekor anakan sugar glider.

Menurut Majo, prospek Budidaya sugar glider sebagai hewan peliharaan untuk hobi sangat bagus, karena sugar glider di Indonesia baru mulai marak sekitar tahun 2011 dan para pelaku usaha, seperti peternak dan breeder masih jarang sehingga masih banyak yang mengandalkan tangkapan alam. Dalam beberapa tahun terakhir, Majo menerima banyak permintaan sugar glider namun ia kewalahan karena stok sugar glider-nya tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. “Kadang ada permintaan yang ditolak karena nggak punya banyak stok sugar glider,” jelas Majo.

Dengan banyaknya permintaan sugar glider, prospek usaha ini terbilang cukup menjanjikan. Terutama harga jualnya yang cukup tinggi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan jutaan rupiah. Oleh karena itu, persaingan dirasa belum terlalu ketat. Apalagi breeder yang menghasilkan sugar glider berkualitas masih sedikit.
Nah, apa Anda tertarik memelihara si tupai terbang ini?




Selasa, 22 Maret 2016

Sugar Glider, Si Pocket Pets Yang Lucu Nan Menggemaskan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8LY4o8PLMsOcHWLJUMPlPr8nAC2VsyKXwMbNyNasePB463LLq0KpMyfcOjEdSOcdtWP3J0OnCkAlm4Zs4lOUZM6GbXHDuHNF_DKTczssZzLv8g6md028HrxD8A24ibPoGZKCHCESu1yRj/s1600/Wirausaha+sugar+glider.jpg
Namanya Sugar glider (Petaurus breviceps), hewan ini memang terlihat imut dan lucu. Bila dikeluarkan dari kandang, ia akan berlari-lari naik turun badan sang empunya dengan lincahnya. Hewan ini mengingatkan seperti seekor tupai terbang yang pandai meloncat dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan ukuran badan yang mungil maka tak mengherankan hewan kesayangan ini disebut pula sebagai 'pocket pets'. Asal muasal nama hewan ini mungkin karena kebiasaan dan kemampuannya, maka orang menggabungkan menjadi sebutan panggilan hewan ini. Dari namanya, sugar karena hewan ini suka akan makanan yang berasa manis dan glider - dengan selaput/membran kulit yang menghubungkan antar kakinya seolah menjadi sayap sehingga hewan ini bisa melayang dari satu tempat ketempat lain. 

Habitat asli Sugar glider berasal dari Indonesia Timur (Papua, Halmahera, Maluku Utara), Australia dan Tasmania. Meski salah satu spesies hewan ini berasal dari tanah air namun setelah populer di luar negeri baru kemudian berkembang peminatnya di dalam negeri. Banyak yang suka hewan peliharaan ini karena mudah dan tidak rewel pemeliharaannya. Hewan lucu ini disenangi tidak hanya anak-anak saja namun juga orang dewasa karena mudah akrab dengan manusia. Bahkan hewan ini bisa memiliki ikatan emosi yang kuat dengan majikannya layaknya anjing yang tahu mana majikannya atau bukan. Sugar glider termasuk hewan omnivora dengan memakan hewan serangga, kadal, burung,  biji tanaman, ataupun buah.  Hewan mungil ini termasuk hewan nocturnal dengan aktivitas hidup pada malam hari. Dan lucunya hewan ini memiliki kantong untuk memelihara bayinya sehingga masih digolongkan kerabat kanguru dan koala. 
Ditanah air peminat hewan ini semakin banyak. Dan, sebagai wadah komunikasi dan informasi maka muncul berbagai komunitas penyayang Sugar glider di berbagai daerah. Karena penggemar hewan ini semakin banyak maka permintaan akan hasil breeding Sugar glider semakin meninggi padahal breedernya belumlah terlalu banyak. Mumpung belum banyak yang membudidayakannya, peluang usaha untuk beternak Sugar glider menjadi opsi usaha yang menguntungkan. Harga jual hasil breeding yang masih berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah bisa membuat ngiler untuk ikutan terjun beternak sugar glider. Sebagai breeder Sugar glider tidak butuh modal besar. Dengan modal awal 3 pasang indukan bisa mulai beternak hewan ini. Pemeliharaannya tidak rumit karena jarang terserang penyakit dan pakannya juga tidak rewel. Kandang pemeliharaannya yang bisa menggunakan kandang hamster atau kandang burung dari kawat besi sehingga hemat ruangan.   
 
Untuk memulai beternak Sugar glider perlu menentukan jenis yang akan dikembang biakkan. Varian Sugar glider cukup banyak namun di Indonesia varian Sugar glider biasanya jenis grey (abu-abu), lion (coklat), cinnamon (kemerah-merahan). Sedangkan warna bulu Sugar glider yang mengalami mutasi (morf)  banyak jenisnya diantaranya mocca, butter cream hingga albino dengan warna bulu putih. Para penggemar banyak yang memelihara Sugar glider dari jenis grey karena harganya yang terjangkau, namun untuk jenis albino bisa berharga jutaan rupiah. Penempatan kandang sebaiknya tidak pada tempat yang terpapar sinar matahari karena hewan ini termasuk hewan malam yang tidak suka sinar terang. Bahkan bila sering terkena sinar matahari bisa beresiko terkena katarak mata. Kandang sebaiknya senantiasa dijaga kebersihan dengan sering membersihkan dan menjaga tidak lembab karena akan mengganggu kesehatan hewan. Alas kandang sebaiknya diberi kapas/tisu atau daun kering agar nyaman dan bisa menyerap kotoran hewan. Dan jangan lupa dalam kandang diberi tempat pakan dan minumnya.   
 
Dalam memilih calon indukan harus memenuhi syarat seperti sehat dengan ciri bentuk tubuh sempurna tidak cacat, lincah, nafsu makan bagus, mata jernih, bulu halus tidak rontok. Umur calon induk sebaiknya berumur diatas 10 bulan. Sedangkan jenis kelamin induk betina dan jantan bisa dibedakan dengan melihat adanya puting dan kantung bagi indukan betina. Indukan sebaiknya dipilih bukan saudara sedarah (inbreeding) karena akan menghasilkan keturunan yang lemah genetik. Indukan bisa dibeli dari breeder yang terpercaya. 
Penjodohan indukan dilakukan dengan memasukan calon pejantan dan betina dalam kandang. Pasangan yang cocok akan saling memadu kasih. Setelah kawin, induk betina akan melewati masa bunting sekitar 16 hari. Menjelang melahirkan induk betina lebih suka menyendiri. Bila sudah melahirkan anakan, kantung induk Sugar glider akan terlihat basah dan menggelembung. Anakan tersebut akan berdiam dalam kantung induknya selama kurang lebih 2 bulan dan hanya mengkonsumsi susu dari induknya. Anakan Sugar glider (joey) setelah berumur 2-3 bulan bisa disapih. Setelah memasuki masa sapih ini anakan Sugar glider sudah dapat dijual. Induk betina Sugar glider dapat melahirkan 1-3 anakan dalam sekali melahirkan. Dalam setahun seorang induk dapat melahirkan hingga 3 kali. 
Salah satu kendala dalam budidaya Sugar glider adalah menjaga agar hewan ini tidak stres. Stres bisa muncul karena dipelihara secara sliter padahal dialam bebas hewan ini termasuk hewan komunal yang hidup berkelompok. Jamur pada kulit hewan bisa muncul karena kandang yang tidak bersih atau terlalu lembab. Untuk menyembuhkan jamur bisa digunakan menggunakan obat anti jamur yang biasa digunakan oleh manusia. 
Anakan hasil ternakan ini bisa dijual dengan menitipkan ke pet shops atau menjual langsung kepada penghobi atau penyayang hewan. Jualan melalui forum online alias internet juga oke karena permintaan hewan yang lagi ngetren ini bisa  berasal dari luar pulau Jawa. Selamat Wirausaha.



Prospek Bisnis Sugar Glider Sangatlah Bagus


http://wartaagro.com/foto_berita/3sugar%20glider.jpg

Bagi pecinta binatang, tentunya akan tahu Sugar Glider atau istilah latinnya Petaurus Breviceps. Hewan mirip musang ini saat ini digandrungi kalangan masyarakat, khususnya anak muda. Selain bentuknya yang lucu dan imut, binatang jenis Marsupialia ini ternyata juga bisa menjadi binatang jinak dan penurut. Lalu bagaimana peluang bisnis ternak Sugar Glider? Berikut ini adalah ulasannya.
 
Secara fisik Sugar Glider atau biasa disebut SG ini memiliki bentuk fisik menyerupai tupai, namun lebih kecil dan memiliki kantong di perutnya (seperti seekor kangguru). SG ini merupakan binatang endemic asli Papua dan Australia, dan bukanlah binatang pengerat seperti tupai. Menurut Juli, salah seorang peternak SG asal Jakarta, SG banyak disukai orang karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan, hal inilah yang kemudian membuat banyak orang tertarik memeliharanya sebagai hewan peliharaan. SG sangat menyukai berdiam dalam tempat yang berbentuk kantong, sehingga kemudian berkembang pula aksesoris berupa kantong-kantong yang menarik dan bervariasi sebagai tempat berlindung SG. Di luar negeri SG biasa juga disebut sebagai pocket pets, karena bentuknya yang mungil dan biasanya orang-orang membawa SG ini dengan menggunakan pocket atau kantong khusus.
 
Keunggulan SG menurut Juli adalah kemampuannya beradaptasi yang luar biasa, sehingga membuat SG tidak mudah terkena penyakit atau virus. Selain itu untuk mengembangbiakkannya juga cukup simple dan tidak ribet. Daya tarik lain yang dimiliki SG, adalah warna bulunya yang menarik. Warna bulu SG yang ada dipasaran biasanya adalah Black Beauty/grey. Sedangkan jenis SG yang beredar di pasaran terdapat pula SG hasil impor, yaitu White Face, White Tip, Platinum, dan Albino yang memiliki harga jual tinggi.
 
Juli menuturkan, jika ingin memelihara SG untuk tujuan ternakpun cukup mudah, anda bisa memulainya dengan memilih indukan yang sudah berusia 1-5 tahun. Kenapa dipilih usia ini, karena SG pada usia ini lebih produktif, dan jika diberikan nutrisi dan pakan yang benar akan berkembang biak dengan cepat. SG melahirkan anak dua kali dalam satu tahun. Rata-rata SG melahirkan 1-2 ekor anak. 

Peluang bisnis sugar glider. Keberhasilan anak SG tumbuh dewasa sangat tinggi. Hal inilah yang membuat bisnis pembudidayaan SG memiliki prospek yang bagus. Bagaimana tidak, saat ini anakan SG atau biasa disebut Joy bisa dihargai Rp 400 - Rp 700 ribu, tergantung jenis, kondisi dan keunikan SG itu sendiri. Selain perawatan yang simple, budidaya SG juga tidak memerlukan kandang besar yang memakan ruang. Pun makanan untuk SG juga tergolong murah. Untuk membudidayakan SG, Anda bisa menggunakan kandang Hamster dan ditaburi serbuk potongan kayu. Banyaknya stasiun TV dan media yang mengulas lifestyle anak-anak perkotaan yang memelihara SG ini juga membuat permintaan SG semakin hari semakin meningkat.
 
Kemampuan hidup SG yang bisa sampai 15 tahun, pemeliharaan yang simpel dan tingginya permintaan sebagai hewan peliharaan yang sedang trend membuat SG sangat cocok untuk diternakkan dan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Nah, sudah terbersit keinginan untuk membisniskan SG ini?



Pengin Punya Investasi? Cobain Budidaya Sugar Glider Aja


Sugar Glider
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEOCUQDAC5v6jcdWayuHJzQo_Ywp3SCqZ51WkQ0C4YJCQ6CAdWOQYTUvv6teJoXGHxjWRiy343UUfy48pVkWyioDu03S_cTkHU4GITSyYR38xZ-9bcEn-Bpi7psza_-k4bVTGHTor-0u0/s1600/Sugar+Glider+Picture.JPG
Tren Sugar Glider nampaknya belum menunjukan tanda-tanda akan surut di tahun 2015 ini. Hewan marsupial asli Indonesia ini memang  mampu menjadi alternatif hewan peliharaan bagi orang yang bosan dengan kucing, anjing, atau lain sebagainya. So Mainstream right? FYI buat kamu yang belum tahu tentang Sugar Glider (Kalo ada sumpah Kudet Kronis). Secara fisik, bentuknya hampir menyerupai tupai, namun lebih kecil ukurannya. Meski terlihat seperti tupai dia ini bukan binatang pengerat. Dia termasuk kedalam kerabat marsupial. Bisa dilihat dari kantung diperutnya yang menyerupai kanguru. Kini peminat binatang endemic asli Papua ini udah banyak banget. Bahkan sudah membuat sebuah komunitas yaitu Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI).

Ekspresinya yang imut dan Ukuran yang pas dikantong membuat semua kalangan makin tergila-gila. Walaupun dari segi harga sebenarnya tidak ramah di kantong. Kita semua harus setuju kalo harga Sugar Glider tidak murah. Menurut beberapa sumber, harga Joy (anakan SG) yang termurah bisa berkisar diantara Rp. 400.000 hingga. Rp.700.000. Jika dilihat dari kacamata bisnis, bisa dibilang berinvestasi di bidang Sugar Glider ini cukup menggiurkan. Apalagi dengan melihat petumbuhan Pecinta hewan ini yang akan terus meningkat sebagai akibat pemberitaan media masa. Maka mungkin sekarang waktunya kamu harus bepikir dan sejenak fokus untuk membaca artikel ini. Siapa tahu pertimbangan yang Tim redaksi Apabanget.com tulis bisa jadi referensi bisnis kamu.
Sugar Glider
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD9D4aElvjLn2OHi8p-Y2sHhO-tscoONeQHkvdUrNajC0GxDo7Q8VtZxNIL2UaqnT_bSHms2I_vjFR39KcNjy2Sk-j-X_TnXQ1eNDVkiwNNQLSdDtr5U5oxuiJsXWL_zUst_rh5Wi8RC8/s1600/sugar+glider.jpeg
Meski harganya mahal, tapi biaya perawatan Sugar glider itu gampang. Menurut para ahli SG memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Hal ini menyebabkan SG menjadi tidak mudah diserang virus penyakit. Cara berternaknya pun lumayan gampang, Kamu tinggal pilih Indukan usia 1-5 tahun. Kenapa usia segitu? Karena pada usia itulah SG bakal lebih produktif. Dengan perawatan yang tepat dan pemberian nutrisi serta pakan yang benar, SG akan berkembang biak dengan cepat. Rata-rata SG akan meliharkan anaknya sebanyak 1-2 ekor sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Melihat dari ketangguhannya, maka peluang untuk SG tumbuh dewasa sangat besar. Atau kamu juga bisa jual dalam kondisi Joy (anakan) dan buat kamu yang mungkin gak mau repot-repot ternak SG (walaupun sebenernya SG ini gak ngerepotin sama sekali) Kamu bisa bisnis aksesoris dibidang ini. Salah satunya adalah pocket khusus yang biasa di gunakan untuk membawa SG. Hal ini juga menjadi kebutuhan pokok bagi para pecinta SG, gak mungkin kan mereka genggam terus tuh SG repot banget. Kalo udah gitu mau disimpen dimana? Masa ia mereka mau nyimpen tuh SG di kantong Jeans. Yap itulah Sekilas tentang tren Sugar Glider 2015 dari segi bisnis. Mengingat pecinta hewan ini akan terus meningkat, Di tahun 2015 ini gimana nasib percintaan kamu mblo? hehehe
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHJAUGCH4REH0beOiqg8DZOrDgjqM4hul1eFMAL5Ig2dtubumJqbYwMaPNgDzOyTQceZGN67MW12EmxfvZaMU0RcvsSgzs2uaLp5wtgMH1iWIZeZkvay7LMw2PaPbXO69h51y-rPCcbro/s1600/sugar_glider_by_cvet04ek-d47ju0s.jpg
Yuk di share ke temen temen kamu :D



Senin, 21 Maret 2016

Beternak Sugar Glider Dapat Mendatangkan Laba Yang Cukup Fantastis


Peluang Bisnis Ternak Sugar Glider
http://www.desakupinter.com/img/peluang_bisnis_sugar_glider_300x269_1.jpg
Sugar Glider (Petaurus Breviceps) saat ini memang menjadi hewan peliharaan yang sedang digandrungi kalangan masyarakat. Disamping bentuknya yang lucu, binatang jenis Marsupialia ini ternyata juga bisa menjadi binatang jinak dan penurut. Lalu bagaimana peluang bisnis ternak Sugar Glider? Berikut ini adalah ulasannya.

Secara fisik Sugar Glider atau biasa disebut SG ini memiliki bentuk fisik menyerupai tupai, namun lebih kecil dan memiliki kantong di perutnya (seperti seekor kangguru). SG ini merupakan binatang endemic asli Papua dan Australia, dan bukanlah binatang pengerat seperti tupai. Menurut Juli, salah seorang peternak SG asal Jakarta, SG banyak disukai orang karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan, hal inilah yang kemudian membuat banyak orang tertarik memeliharanya sebagai hewan peliharaan. SG sangat menyukai berdiam dalam tempat yang berbentuk kantong, sehingga kemudian berkembang pula aksesoris berupa kantong-kantong yang menarik dan bervariasi sebagai tempat berlindung SG. Di luar negeri SG biasa juga disebut sebagaipocket pets, karena bentuknya yang mungil dan biasanya orang-orang membawa SG ini dengan menggunakan pocket atau kantong khusus.

Keunggulan SG menurut Juli adalah kemampuannya beradaptasi yang luar biasa, sehingga membuat SG tidak mudah terkena penyakit atau virus. Selain itu untuk mengembangbiakkannya juga cukup simple dan tidak ribet. Daya tarik lain yang dimiliki SG, adalah warna bulunya yang menarik. Warna bulu SG yang ada dipasaran biasanya adalah Black Beauty/grey. Sedangkan jenis SG yang beredar di pasaran terdapat pula SG hasil impor, yaitu White Face, White Tip, Platinum, dan Albino yang memiliki harga jual tinggi. Juli menuturkan, jika ingin memelihara SG untuk tujuan ternakpun cukup mudah, anda bisa memulainya dengan memilih indukan yang sudah berusia 1-5 tahun. Kenapa dipilih usia ini, karena SG pada usia ini lebih produktif, dan jika diberikan nutrisi dan pakan yang benar akan berkembang biak dengan cepat. SG melahirkan anak dua kali dalam satu tahun. Rata-rata SG melahirkan 1-2 ekor anak. Keberhasilan anak SG tumbuh dewasa sangat tinggi. Hal inilah yang membuat bisnis pembudidayaan SG memiliki prospek yang bagus. Bagaimana tidak, saat ini anakan SG atau biasa disebut Joey bisa dihargai Rp 400 – Rp 700 ribu, tergantung jenis, kondisi dan keunikan SG itu sendiri.

Selain perawatan yang simple, budidaya SG juga tidak memerlukan kandang besar yang memakan ruang. Pun makanan untuk SG juga tergolong murah. Untuk membudidayakan SG, Anda bisa menggunakan kandang Hamster dan ditaburi serbuk potongan kayu. Banyaknya stasiun TV dan media yang mengulas lifestyle anak-anak perkotaan yang memelihara SG ini juga membuat permintaan SG semakin hari semakin meningkat.

Kemampuan hidup SG yang bisa sampai 15 tahun, pemeliharaan yang simpel dan tingginya permintaan sebagai hewan peliharaan yang sedang trend membuat SG sangat cocok untuk diternakkan dan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Nah, sudah terbersit keinginan untuk membisniskan SG ini?



Minggu, 20 Maret 2016

Tampangnya Yang Imut Membuat Banyak Breeder Ingin Berbisnis Sugar Glider

http://pemudawirausaha.com/2012/08/25/imutnya-laba-si-peluncur-gula/
Hewan sugar glider yang imut dan setia menjadi idola baru penggemar hewan lucu. Permintaan yang tinggi belum mampu diimbangi pasokan oleh aktivitas pembiakan. Cuma merawat dan membiakkan si bajing gula ini tidak mudah. Tubuhnya kecil, hanya sekepalan tangan orang dewasa. Matanya bulat hitam, hidungnya bulat merah. Ekor sepanjang badannya. Yang lebih unik, ada membran kulit di sisi tubuhnya yang menghubungkan kaki-kakinya. Itulah sugar glider. Saat ini, “si peluncur gula” tengah menjadi hewan peliharaan eksotis yang banyak diminati orang. Tampangnya yang unyu-unyu, serta karakternya yang setia, menarik banyak orang untuk memeliharanya. Sekilas tampang hewan yang bernama latin Petaurus breviceps ini mirip tupai. Dengan membran kulit yang menghubungkan kaki-kakinya, banyak juga orang yang salah mengiranya sebagai tupai terbang. Membran sugar glider memang bisa dipakai untuk meluncur seperti layaknya tupai terbang. Cuma, kedua hewan sebenarnya berada di dua kelas yang terpisah. Tupai terbang, dengan berbagai jenisnya, masuk kelas hewan pengerat (rodentia). Adapun sugar glider masuk kelas hewan berkantung (marsupialia) seperti kanguru.
Sugar glider memang hanya bisa ditemui di Australia, Papua Nugini, dan Papua. Disebut sugar glider karena ia suka meluncur atau gliding dengan membran kulitnya dari satu pohon ke pohon yang lain untuk mencari makanan yang manis. Di habitat aslinya, bajing gula sangat menggemari nektar atau serbuk sari bunga serta buah-buahan. “Ia kadang juga makan serangga. Sehingga dikategorikan sebagai hewan omnivora,’ ujar July Kadewi, breeder atau pembiak sugar glider. Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, hewan ini gampang stres. Makanya, syarat pertama memelihara hewan ini adalah paling sedikit memiliki dua ekor, agar mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya hewan ini gampang stres.
Anakan pun laku
Harga hewan ini tergantung dari asalnya. Anakan hasil pembiakan dihargai sampai Rp 750.000 per ekor. Sebab, sugar glider hasil pembiakan biasanya lebih jinak sehingga memudahkan dalam proses bonding atau menjalin ikatan dengan pemiliknya. Adapun sugar glider hasil tangkapan butuh waktu lama menjinakkan, harganya antara Rp 350.000 sampai Rp 450.000. Si peluncur gula harus dibiarkan dulu dalam kandang selama beberapa hari. Setelah terbiasa, pemilik bisa menawarkan makanan dengan tangannya. Kalau sudah terbiasa dengan bau pemilik, baru hewan menyusui ini bisa dipegang dan diangkat keluar dari kandang untuk diajak bermain dan jalan-jalan. Pemilik bisa memasukkan sugar glider ke kantong baju atau celana yang tidak terlalu ketat. Kalau sudah akrab, hewan ini bahkan menganggap kantong pemiliknya sebagai shelter dan sangat senang diajak jalan-jalan. “Makanya, sugar glider disebut juga pocket pets,” ungkap July. Sugar glider cukup bahagia diberi kandang hamster yang banyak tersedia. Harganya sekitar Rp 100.000-an. Cuma, pilih kandang yang tinggi atau memanjang ke atas. Sebab, sugar glider senang memanjang dan meluncur. “Kandang sebaiknya juga dipasangi dahan atau ranting,” katanya. Di kandang juga harus ada sarang. Bahannya bisa dari pot keramik yang dilubangi, batok kelapa, kayu berlubang, dan pipa paralon. Sarang penting agar hewan ini bisa beristirahat di siang hari tanpa gangguan sinar matahari. Maklum, sebagai hewan nocturnal, sugar glider aktif di malam hari.

Makanan utama sugar glider adalah buah-buahan seperti pisang, apel, mangga, pepaya, melon, semangka, dan lainnya. Cuma, karena membutuhkan protein, hewan ini juga harus diberi serangga seperti ulat, jangkrik, dan belalang. Di alam liar, usia si bajing gula hanya sampai 6 tahun. Jika dipelihara dengan asupan nutrisi yang tepat, “Ia bisa hidup sampai 15 tahun,” ujar July. Setelah betina berumur setahun, sugar glider bisa dikawinkan. Betina mengandung selama 15 hari–17 hari. Setelah lahir, bayi yang disebut joey akan menyusu dan hidup di kantung ibunya selama 4 bulan. Setelah itu, joey baru bisa keluar. Dalam setahun, betina sugar glider bisa melahirkan 2 kali atau lebih, tergantung perawatan. Tiap melahirkan hanya 1 atau 2 joey yang lahir. Harga joey hasil pembiakan sekitar Rp 600.000–Rp 750.000. Saat ini, permintaan joey sangat tinggi. “Saya bisa menjual sampai 20 joey sebulan,” kata Badbad, penjual sugar glider. Tak sulit memasarkannya. Yang susah adalah mencari breeder yang memiliki ready stock. Anda berminat ?



Jumat, 18 Maret 2016

Karena Harganya Yang Mahal, Pet Lovers Bisa Kok Berbisnis Sugar Glider

Sugar Glider, Pocket Pets Bernilai Jual Tinggi
http://www.teropongbisnis.com/teropong-usaha/usaha-kecil-menengah/sugar-glider-pocket-pets-bernilai-jual-tinggi/

Sugar Glider atau sering disingkat dengan SG adalah hewan peliharaan yang kini banyak dipelihara oleh orang-orang di perkotaan. Hewan ini layaknya hamster yang banyak disukai oleh banyak pencintanya, namun bedanya hewan ini memiliki bulu yang menarik dan kantong seperti kangguru,  sehingga ia sangat sering menggunakan kantong yang ia miliki untuk bersembunyi atau sekedar untuk berdiam diri. SG ini adalah hewan mungil yang berasal dari Papua dan Australia, tetapi kini banyak orang yang mengimpornya dari luar negeri sehingga jenis dari SG ini semakin bervariasi.
Selain itu, hewan yang sering disebut pocket pet ini sangat mudah untuk dipelihara dan tidak merepotkan seperti hamster. Hewan ini bisa ditempatkan dimana saja, bahkan Anda bisa membawanya ketika Anda pergi berjalan-jalan karena sekarang ini sudah banyak dijual kantong khusus SG di pasaran. Kantongnya pun bentuknya lucu dan unik sehingga Anda pasti senang untuk memilikinya. Hewan yang lucu ini juga hanya melahirkan 2 kali dalam setahun dan anaknya paling hanya 1 atau 2 ekor saja sehingga pasti tidak akan membuat Anda ribet mengurusinya. Ada lagi, makanan untuk hewan imut ini juga mudah di dapat dan harganya relative terjangkau sehingga pasti tidak akan menguras kantong Anda jika memeliharanya.
sugar glider, pet shop, usaha, bisnis,
http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2014/01/Sugar-Glider-Pocket-Pets-Bernilai-Jual-Tinggi_1.jpg
Ada keuntungan tersendiri ketika Anda memilih SG sebagai hewan peliharaan Anda atau bahkan Anda tertarik untuk menjadikannya peluang bisnis. Hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkungannya sehingga ia tak akan mudah terjangkit virus. SG juga dapat bertahan lama sampai 15 tahun sehingga Anda berbisnis SG, tentunya tidak akan mengalami kerugian. Selain itu, varian dari Sugar Glider ini lumayan banyak, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar negeri.  Jenis SG dalam negeri biasanya hanya menawarkan SG dengan bulu Black Beauty atau Grey Beauty saja, sedangkan SG luar negeri lebih banyak variannya, seperti White Face, White Tip, Platinum, dan Albino. Sehingga, para pencinta SG ini dapat memilih SG yang mereka suka sesuai dengan seleranya masing-masing. Untuk masalah tempatnya, Anda tak memerlukan kandang yang khusus, Anda bisa meletakkannya dikandang hamster yang sudah ditaburi dengan serbuk-serbuk kayu.  Jadi, tak perlu keahlian khusus ketika Anda memelihara atau berbisnis hewan mirip tupai ini, karena semuanya bisa Anda pelajari dengan cepat dan tentunya tak akan membuat Anda kewalahan ketika memilikinya.
Jika Anda tertarik untuk menjadikannya sebuah bisnis hewan peliharaan, pastilah Anda tergiur karena harga SG ini masih cukup mahal, yaitu 400 sampai 700 ribu per ekor tergantung keunikan dari bulunya. Tentunya, akan sangat menguntungkan bukan? Bagaimana tidak, perawatannya simple dan tidak mudah mati, tetapi harganya cukup menjulang untuk sebuah hewan yang mini. Oleh karena itu, jika Anda sekarang sedang bingung memikirkan usaha apa yang akan Anda lakoni, maka tak ada salahnya untuk mencoba bisnis SG ini, modal sedikit tetapi bisa menghasilkan untung yang besar.
sugar glider, pet shop, usaha, bisnis,
http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2014/01/sugar-glider.jpg



Rabu, 16 Maret 2016

Buka Peluang Bisnis Anda Dengan Beternak Sugar Glider

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/boni/201308/sugar_glider.jpg
Sugar Glider (Petaurus Breviceps) saat ini memang menjadi hewan peliharaan yang sedang digandrungi kalangan masyarakat. Disamping bentuknya yang lucu, binatang jenis Marsupialia ini ternyata juga bisa menjadi binatang jinak dan penurut. Lalu bagaimana peluang bisnis ternak Sugar Glider? Berikut ini adalah ulasannya.
Secara fisik Sugar Glider atau biasa disebut SG ini memiliki bentuk fisik menyerupai tupai, namun lebih kecil dan memiliki kantong di perutnya (seperti seekor kangguru). SG ini merupakan binatang endemic asli Papua dan Australia, dan bukanlah binatang pengerat seperti tupai.
Menurut Juli, salah seorang peternak SG asal Jakarta, SG banyak disukai orang karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan, hal inilah yang kemudian membuat banyak orang tertarik memeliharanya sebagai hewan peliharaan. SG sangat menyukai berdiam dalam tempat yang berbentuk kantong, sehingga kemudian berkembang pula aksesoris berupa kantong-kantong yang menarik dan bervariasi sebagai tempat berlindung SG. Di luar negeri SG biasa juga disebut sebagai pocket pets, karena bentuknya yang mungil dan biasanya orang-orang membawa SG ini dengan menggunakan pocket atau kantong khusus.
Keunggulan SG menurut Juli adalah kemampuannya beradaptasi yang luar biasa, sehingga membuat SG tidak mudah terkena penyakit atau virus. Selain itu untuk mengembangbiakkannya juga cukup simple dan tidak ribet. Daya tarik lain yang dimiliki SG, adalah warna bulunya yang menarik. Warna bulu SG yang ada dipasaran biasanya adalah Black Beauty/grey. Sedangkan jenis SG yang beredar di pasaran terdapat pula SG hasil impor, yaitu White Face, White Tip, Platinum, dan Albino yang memiliki harga jual tinggi.
Juli menuturkan, jika ingin memelihara SG untuk tujuan ternakpun cukup mudah, anda bisa memulainya dengan memilih indukan yang sudah berusia 1-5 tahun. Kenapa dipilih usia ini, karena SG pada usia ini lebih produktif, dan jika diberikan nutrisi dan pakan yang benar akan berkembang biak dengan cepat. SG melahirkan anak dua kali dalam satu tahun. Rata-rata SG melahirkan 1-2 ekor anak.
Peluang bisnis sugar glider. Keberhasilan anak SG tumbuh dewasa sangat tinggi. Hal inilah yang membuat bisnis pembudidayaan SG memiliki prospek yang bagus. Bagaimana tidak, saat ini anakan SG atau biasa disebut Joy bisa dihargai Rp 400 – Rp 700 ribu, tergantung jenis, kondisi dan keunikan SG itu sendiri.
Selain perawatan yang simple, budidaya SG juga tidak memerlukan kandang besar yang memakan ruang. Pun makanan untuk SG juga tergolong murah. Untuk membudidayakan SG, Anda bisa menggunakan kandang Hamster dan ditaburi serbuk potongan kayu. Banyaknya stasiun TV dan media yang mengulas lifestyle anak-anak perkotaan yang memelihara SG ini juga membuat permintaan SG semakin hari semakin meningkat.
Kemampuan hidup SG yang bisa sampai 15 tahun, pemeliharaan yang simpel dan tingginya permintaan sebagai hewan peliharaan yang sedang trend membuat SG sangat cocok untuk diternakkan dan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Nah, sudah terbersit keinginan untuk membisniskan SG ini?